Ibadahkan Semua Aktifitas Kita

Kata ibadah biasanya identik dengan hal-hal yang kelihatan sakral dengan ritual dan tempat tertentu. Pemahaman seperti itu tidak sepenuhnya salah, akan tetapi sepertinya kurang tepat. Ibadah sendiri berasal dari kata “abada” yang kurang lebih berarti kelemahan dan ketundukan. Sedangkan kata ibadah adalah masdar dari kata abada yang berarti merendahkan diri. Dari arti kata ibadah dapat dipahami bahwa ibadah itu intinya adalah di hati bukan di tindakan. Tindakan merupakan representasi dari keadaan hati.

Seseorang yang mempunyai hati yang baik maka akan mempunyai tindakan yang baik. Meskipun semua tindakan baik belum tentu karena kebaikan hati, bisa saja ada niat-niat tertentu yang melandasi segala perbuatan. Jika ibadah itu berdasarkan pada niat di hati, maka jika ada yang mengatakan bahwa suatu aktifitas ini bukan ibadah dan aktifitas itu ibadah karena ada ritual dan dilakukan di tempat tertentu sudah dapat dipastikan bahwa pengetahuan seseorang akan ibadah masih kurang luas. Dengan luasnya pemahaman tentang ibadah maka untuk mengimplementasikan “Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (Al-Ayah)” tidak akan rumit karena memang semua aktifitas dan tindakan dapat dijadikan sebagai sarana beribadah kepada Allah.

Memang ada ibadah yang sudah ditetapkan (mahdzah) seperti shalat, puasa, zakat dan haji. Akan tetapi ibadah yang tidak di tetapkan (ghoiru mahdzah) lebih banyak. Kadang karena pengalur pemikiran sekarang yang cenderung memisahkan antara agama dengan kehidupan (sekuler), pemahaman ibadah akan terjebak kepada ibadah mahdzah dan yang ghiru mahdzah tidak dianggap sebagai ibadah namun hanya dianggap sebagai rutinitas saja. Misalkan makan dan minum, memang secara hukum aktifitas ini hukumnya secara fiqh adalah mubah. Akan tetapi aktifitas ini akan menjadi ibadah yang sangat tinggi nilainya jika diniatkan dengan makan dan minum akan membuat badan seseorang menjadi kuat dan sehat sehingga akan mudah dan ringan dalam melakukan berbagai aktifitas seperti shalat, belajar, membantu orang lain, bekerja dan lain sebagainya maka hukum makan ini akan menjadi sunnah bahkan menjadi wajib bila seseorang yang tidak mau makan akan menghambat dia untuk beraktifitas lain.

Pada akhirnya, setiap seorang muslim harus mempunyai pandangan yang luas mengenai ibadah. Ibadah bukan hanya dengan shalat di masjid, membaca Al-Quran dengan keras, puasa namun lebih luas lagi ibadah merupakan segala aktifitas yang diniatkan untuk menjalankan tugas kekholifahan yang telah diamanatkan Allah kepada seorang muslim untuk membuat dirinya, keluarganya, masyarakatnya, rakyatnya, lingkunganya, negaranya dan dunianya menjadi ladang ibadah kepada Allah sebagai bekal kelak ketika melaporkan pertanggungjawaban segala perbuatan seorang muslim ketika hidup di dunia. Wallahu a’lam..

Sumber

Agar tidak merugi…

Dalam surat al ‘asr, Allah telah bersumpah dengan masa bahwa semua orang dalam kerugian. Kenapa Allah mengaitkan masa dengan kerugian?? Apakah masa sangat penting, sehingga sampai-sampai Allah bersumpah dengannya??.

Quraisy sihab dalam tafsir Al Misbah kurang lebih menjelaskan bahwa masa adalah aset yang paling berharga bagi setiap orang. Kenapa paling berharga?? karena jika sudah berlalu tidak bisa di ulangi tepatnya hanya menjadi sejara/history saja. Berbeda dengan aset lainya, misal uang jika hilang mungkin masih bisa ditemukan lagi atau setidaknya masih bisa diusahakan untuk mendapatkan uang lagi.

Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa masa adalah waktu antara orang lahir sampai waktunya hari ini. Jadi selain itu, waktu tidak dinamakan masa bagi seseorang. Selanjutnya kenapa demi masa manusia dalam kerugian?. Ya jawabanya seperti yang di atas tadi, karena masa tidak bisa diulang, kalo sudah tua ya tidak bisa kembali muda dan seterusnya.

Lantas bagaimana agar kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang merugi?. Allah menjelaskan dalam surat tersebut antara lain :

1. Orang yang beriman.

Kunci pertama seseorang agar tidak termasuk orang yang merugi adalah dengan menjadi orang yang percaya Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Dengan begitu dia akan selalu meniatkan setiap perbuatannya karena Allah sehingga pada akhirnya akan tercatat sebagai amal ibadah. Sehingga kuwajiban kita sebagai manusia telah tertunaikan. karena Allah menciptakan manusia dan jin hanya untuk beribadah.

2. Orang yang beramal sholih.

Setelah beriman, seseorang akan merasa diawasi oleh Allah. Perasaan itu akan membawanya pada sikap kehati-hatian (wara’) dalam melakukan segala perbuatan. Dengan begitu segala amalnya akan mennjadi amal shalih dan bermanfaat bagi diri dan sekitarnya.

3. Saling memberi nasihat tentang kebenaran.

Selain beramal sholih, seorang yang sholih juga harus mau berbagi nasihat tentang kebenaran. Mungkin bisa disamakan dengan amar makruf (menyeru dalam kebaikan).  Namun disini bukan hanya memberi tapi juga harus menerima karena perintahnya adalah saling bukan berikanlah nasihat tapi saling memberi nasihat jadi harus ada proses interaktifnya, mungkin lebih tepatnya bisa disamakan dengan diskusi.

4. Saling memberi nasihat tentang kesabaran.

Yang terakir agar seseorang tidak termasuk orang yang merugi adalah dengan saling memberi nasihat dalam kesabaran. Karena kesabaran itu tidak ada batasnya, maka kita harus senantiasa saling mengingatkan dalam kesabaran dalam ketaatan kepada Allah.

Dengan menjakankan empat hal di atas, semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi. Pada akhirnya semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan pertolangan serta hidayahnya kepada setiap hambanya yang berusaha untuk mendekat kepada-Nya.

Yazid bin Walid bin Abdul Malik (744 M) Terlalu Banyak Kemelut

REPUBLIKA.CO.ID, Setelah Khalifah Walid bin Yazid bin Abdul Malik terbunuh oleh para pengepungnya, jabatan khalifah dipegang oleh Yazid bin Walid bin Abdul Malik. Ia adalah sepupu sang khalifah. Ayah Yazid adalah Walid bin Abdul Malik, saudara kandung Yazid bin Abdul Malik, ayah Walid (khalifah sebelumnya). Yazid bin Walid menjabat sebagai khalifah keduabelas Daulah Umayyah.

Para sejarawan sering menulis namanya dengan Yazid III karena ia adalah sosok ketiga bernama Yazid yang menjabat khalifah Daulah Umayyah. Yazid I adalah Yazid bin Muawiyah, khalifah kedua. Yazid II adalah Yazid bin Abdul Malik, khalifah kesembilan. Sedangkan Yazid III adalah Yazid bin Walid, tokoh yang kini sedang dibahas.

Ia dibaiat sebagai khalifah pada usia 46 tahun. Kebijakan pertama yang ia lakukan adalah mengurangi jumlah bantuan sosial dan mengembalikannya pada anggaran biasa seperti pada masa Khalifah Hisyam bin Abdul Malik. Kebijakan itu menyebabkan ia dikenal dengan julukan An-Naqish (sang Pengurang).

Masa pemerintahan Yazid diwarnai dengan beragam kemelut. Hal ini tak mengherankan karena untuk mendapatkan jabatan khalifahnya,Yazid pun menumpahkan darah dengan terbunuhnya Walid bin Yazid, khalifah sebelumnya.

Di antara mereka yang mengadakan gerakan ini adalah Sulaiman bin Hisyam. Pada masa pemerintahan Walid bin Yazid, Sulaiman termasuk di antara mereka yang dijebloskan ke penjara. Ketika Khalifah Walid bin Yazid mangkat dan Yazid III naik tahta, Sulaiman dibebaskan. Namun ia melihat dirinya pun berhak atas jabatan khalifah. Ia segera mengerahkan pendukungnya untuk merebut jabatan khalifah dari tangan Yazid. Hanya saja, Khalifah Yazid berhasil membujuknya dan Sulaiman kembali melakukan baiat.

Dari negeri Hims juga muncul rencana perebutan kekuasaan. Ketika mendengar terbunuhnya Khalifah Walid bin Yazid, para pendukungnya dari negeri Hims segera bergerak menuju Damaskus. Khalifah Yazid segera mengirimkan pasukan besar untuk menghalaunya. Pasukan Hims kalah dan sisa-sisa tentaranya kembali menyatakan baiat.

Selain dua gerakan itu, dari wilayah Armenia dan Kaukasus, muncul juga usaha perebutan kekuasaan. Sejak terbunuhnya Walid bin Yazid, Marwan bin Muhammad segera mempersiapkan rencana kudeta. Rencana berbahaya itu segera terdengar oleh Khalifah Yazid. Ia pun segera mengirimkan utusan kepada Marwan. Sang Khalifah membujuknya agar tak melakukan penyerangan. Ia menjanjikan tambahan wilayah kekuasaan Azerbaijan dan Mosul kepada Marwan. Gubernur Marwan pun setuju dan kembali membaiat.

Tampaknya, fanatisme kesukuan benar-benar telah mewabahi pemerintahan Yazid. Di samping usaha perebutan kekuasaan di atas, dari lembah Irak juga muncul gejolak. Namun gubernurnya berhasil meredam gejolak masyarakat. Penduduk Yamamah juga demikian. Mereka berusaha melakukan kudeta terhadap gubernurnya.

Gejolak di wilayah Khurasan justru lebih parah. Gubernur Nushair bin Sayyaf menolak keinginan Khalifah Yazid yang ingin mengalihkan jabatannya pada Panglima Manshur bin Jamhur. Konflik berdarah pun terjadi.

Keadaan pemerintahan Khalifah Yazid semakin tak menentu. Gerakan Abbasiyah yang sejak beberapa tahun terakhir mulai muncul, makin berani unjuk diri. Beragam kerusuhan itu berakibat pukulan batin dari diri Khalifah Yazid.

Ia meninggal pada 7 Dzulhijjah 126 Hijriyah setelah sebelumnya mengalami kelumpuhan fisik. Ada yang mengatakan ia meninggal karena penyakit tha’un. Masa pemerintahannya hanya beberapa bulan. Ia wafat tanpa meninggalkan jejak emas berarti. Bahkan ia mewariskan beragam permasalahan yang kelak berujung pada berakhirnya kejayaan Daulah Umayyah.

sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/04/23/lk46m5-daulah-umayyah-yazid-bin-walid-bin-abdul-malik-744-m-terlalu-banyak-kemelut

LOMBA PRA MILAD TPA BAITUL HIKMAH 2012

Dalam rangka untuk memeriahkan “MILAD (hari jadi) TPA Baitul Hikmah yang ke-14th”. Kami pengurus TPA akan mengadakan berbagai perlombaan untuk santri TPA dan umum Se D.I. Yogyakarta dengan tema “Selangkah lebih maju bersama TPA Baitul Hikmah Gondokusuman untuk mengembangkan seni, budaya dan kreatifitas santri”. Formulir lomba dapat di download di sini. Adapun  jenis-jenis lomba dan teknis perlombaanya dapat dibaca di bawah ini.

A. MEWARNAI
1. Ketentutan Umum
• Peserta adalah santri TKA-TPA dan TQA serta umum dari seluruh DI.Yogyakarta
• Peserta tidak dikategorikan berdasarkan gender, sehingga juara I, II, dan III, Juara lomba langsung diumumkan dan hadiah diserahkan hari itu juga.
• Usia peserta maksimal 8 Tahun pada tanggal 25 Maret 2012. Keabsahan mengenai usia peserta dilampiri fotocopy akta kelahiran/surat kenal lahir.
• Pendaftaran peserta paling lambat tanggal 23 Maret 2012 pada saat tecnical meeting.
• Biaya pendaftaran Rp. 10.000,- , dan melakukan daftar ulang sebelum lomba dimulai.
• Menyiapkan peralatan gambar sendiri ( krayon dan meja gambar ).
• Gambar disediakan oleh panitia dengan ukuran kertas A3.
• Durasi waktu lomba selama 120 menit.
• Peserta datang min. 15 menit sebelum acara dimulai, bagi peserta yang datang terlambat tidak diberikan perpanjangan waktu.
• Hasil penilaian adalah keputusan dewan yuri mutlak.
• Technical meeting akan diselenggarakan pada tanggal 24 Maret 2012 di Sekretariat TPA Baitul Hikmah Gondokusuman jam 20.00 WIB s.d Selesai
2. Kriteria Penilaian
Aspek-aspek yang dinilai :
• Alur pewarnaan ( 20 )
• Komposisi warna ( 50 )
• Kerapihan ( 30 )
3. Protes
• Komplain peserta dapat ditanggapi dalam waktu 1×24 jam setelah pengumuman juara lomba dengan mengisi surat komplain dan membayar administrasi sebesar Rp. 10.000,-
• Jika komplain dinyatakan salah, maka akan dikenai denda sebesar Rp. 100.000,-
4. Bentuk Hadiah
Bentuk hadiah berupa Piala, sertifikat dan uang pembinaan bagi Juara I, II dan III.

B. MENGGAMBAR
1. Ketentutan Umum
• Peserta adalah santri TKA-TPA dan TQA serta umum dari seluruh DI.Yogyakarta
• Peserta tidak dikategorikan berdasarkan gender, sehingga juara I, II, dan III, Juara lomba langsung diumumkan dan hadiah diserahkan hari itu juga.
• Usia peserta maksimal 12 Tahun pada tanggal 25 Maret 2012. Keabsahan mengenai usia peserta dilampiri fotocopy akta kelahiran/surat kenal lahir.
• Pendaftaran peserta paling lambat tanggal 23 Maret 2012 pada saat tecnical meeting.
• Biaya pendaftaran Rp. 10.000,- , dan melakukan daftar ulang sebelum lomba dimulai.
• Menyiapkan peralatan gambar sendiri ( krayon dan meja gambar ).
• Gambar disediakan oleh panitia dengan ukuran kertas A3 dengan tema “Aku dan TPA, TPA masa depan, Lingkungan TPAku”.
• Durasi waktu lomba selama 120 menit.
• Peserta datang min. 15 menit sebelum acara dimulai, bagi peserta yang datang terlambat tidak diberikan perpanjangan waktu.
• Hasil penilaian adalah keputusan dewan yuri mutlak.
• Technical meeting akan diselenggarakan pada tanggal 24 Maret 2012 di Sekretariat TPA Baitul Hikmah Gondokusuman jam 20.00 WIB s.d Selesai
2. Kriteria Penilaian
Aspek-aspek yang dinilai :
• Keseuaian tema ( 20 )
• Komposisi warna ( 50 )
• Kerapihan ( 30 )
3. Protes
• Komplain peserta dapat ditanggapi dalam waktu 1×24 jam setelah pengumuman juara lomba dengan mengisi surat komplain dan membayar administrasi sebesar Rp. 10.000,-
• Jika komplain dinyatakan salah, maka akan dikenai denda sebesar Rp. 100.000,-
4. Bentuk Hadiah
Bentuk hadiah berupa Piala, sertifikat dan uang pembinaan bagi Juara I, II dan III.

C. FASHION SHOW
1. Ketentutan Umum
• Peserta adalah santri TKA-TPA dan TQA serta umum dari seluruh DI.Yogyakarta
• Peserta tidak dikategorikan berdasarkan gender, sehingga juara I, II, dan III, Juara lomba langsung diumumkan dan hadiah diserahkan hari itu juga. .
• Usia peserta maksimal 9 Tahun pada tanggal 25 Maret 2012. Keabsahan mengenai usia peserta dilampiri fotocopy akta kelahiran/surat kenal lahir.
• Pendaftaran peserta paling lambat tanggal 23 Maret 2012 pada saat tecnical meeting.
• Biaya pendaftaran Rp. 10.000,-
• Durasi waktu show maksimal selama 2 menit.
• Bagi peserta yang datang terlambat tidak diberikan perpanjangan waktu.
• Hasil penilaian adalah keputusan dewan yuri mutlak.
• Technical meeting akan diselenggarakan pada tanggal 24 Maret 2012 di Sekretariat TPA Baitul Hikmah Gondokusuman jam 20.00 WIB s.d Selesai
2. Kriteria Penilaian
Aspek-aspek yang dinilai :
a. Kerapian dan kesesuaian aksesoris (40)
b. Ekspresi peragaan                              (60)
4. Protes
• Komplain peserta dapat ditanggapi dalam waktu 1×24 jam setelah pengumuman juara lomba dengan mengisi surat komplain dan membayar administrasi sebesar Rp. 10.000,-
• Jika komplain dinyatakan salah, maka akan dikenai denda sebesar Rp. 100.000,-
4. Bentuk Hadiah
Bentuk hadiah berupa Piala, sertifikat dan uang pembinaan bagi Juara I, II dan III.

D. PUISI
1. Ketentutan Umum
• Peserta adalah santri TKA-TPA dan TQA serta umum dari seluruh DI.Yogyakarta.
• Naskah puisi harus karya peserta sendiri bukan plagiat, saduran ataupun buatan orang lain serta belum pernah dilombakan di event lain.
• Tema “ Muhammad idolaku, Hari Kelahiran, Menjadi Anak Sholih”
• Naskah pusi masuk paling lambat tanggal 22 Maret 2012.
• Naskah puisi yang masuk akan diseleksi oleh dewan juri dan akan diambil 10 naskah puisi terbaik.
• Peserta yang masuk 10 terbaik akan dipanggil untuk membacakan puisinya di depan dewan juri pada tanggal 25 maret.
• Peserta tidak dikategorikan berdasarkan gender, sehingga juara I, II, dan III, Juara lomba langsung diumumkan dan hadiah diserahkan hari itu juga. .
• Usia peserta maksimal 13 Tahun pada tanggal 25 Maret 2012. Keabsahan mengenai usia peserta dilampiri fotocopy akta kelahiran/surat kenal lahir.
• Biaya pendaftaran Rp. 5.000,-
• Hasil penilaian adalah keputusan dewan yuri mutlak.
• Technical meeting akan diselenggarakan pada tanggal 24 Maret 2012 di Sekretariat TPA Baitul Hikmah Gondokusuman jam 20.00 WIB s.d Selesai
2. Kriteria Penilaian
Aspek-aspek yang dinilai :
• Keseuaian dengan tema ( 30 )
• Keutuhan da keselarasan ( 30 )
• Diksi dan gaya bahasa ( 40 )
3. Protes
• Komplain peserta dapat ditanggapi dalam waktu 1×24 jam setelah pengumuman juara lomba dengan mengisi surat komplain dan membayar administrasi sebesar Rp. 10.000,-
• Jika komplain dinyatakan salah, maka akan dikenai denda sebesar Rp. 100.000,-
4. Bentuk Hadiah
Bentuk hadiah berupa Piala, sertifikat dan uang pembinaan bagi Juara I, II dan III.

E. TARTIL
1. Ketentutan Umum
• Peserta adalah santri TKA-TPA dan TQA serta umum dari seluruh DI.Yogyakarta.
• Peserta tidak dikategorikan berdasarkan gender, sehingga juara I, II, dan III, Juara lomba langsung diumumkan dan hadiah diserahkan hari itu juga. .
• Usia peserta maksimal 13 Tahun pada tanggal 25 Maret 2012. Keabsahan mengenai usia peserta dilampiri fotocopy akta kelahiran/surat kenal lahir.
• Pendaftaran peserta paling lambat tanggal 23 Maret 2012 pada saat tecnical meeting.
• Technical meeting akan diselenggarakan pada tanggal 24 Maret 2012 di Sekretariat TPA Baitul Hikmah Gondokusuman jam 20.00 WIB s.d Selesai
2. Sanksi-Sanksi
• Yang tidak memenuhi ketentuan umum sebagai mana pada bagian I, akan ditolak menjadi peserta
• Apabilaa telah terlanjur menjadi juara, maka kejuaraannya akan dicabut (didiskualifikasi), kemudian peserta yang mendapat ranking berikutnya otomatis akan naik peringkat.
2. Tata Tertib Peserta Lomba
• Persiapan (sebelum tampil)
1. Peserta lomba sudah berada diarena lomba 30 menit sebelum acara dimulai
2. Peserta lomba dipanggil berdasarkan nomor undian yang bersangkutan
3. Peserta lomba yang belum hadir pada waktu pemanggilan pertama (setelah tiga kali panggilan), maka akan dipanggil pada urutan terakhir. Apabila pada pemanggilan urutan terakhir belum hadi juga, maka peserta bersangkutan dinyatakan gugur.
4. Peserta manggunakan pakaian yang sopan dan menutup aurat serta longgar.
5. Peserta lomba masuk dan keluar tempat/arena lomba melalui jalan/pintu yang telah ditetapkan panitia
• Ketika tampil
1. Peserta tidak perlu mengucapkan salam di awal dan diakhir tampil
2. Bacaan dimulai dengan ta’awudz dan diakhiri dengan tashdiq

3. Protes
• Komplain peserta dapat ditanggapi dalam waktu 1×24 jam setelah pengumuman juara lomba dengan mengisi surat komplain dan membayar administrasi sebesar Rp. 10.000,-
• Jika komplain dinyatakan salah, maka akan dikenai denda sebesar Rp. 100.000,-
4. Materi Lomba
• Membaca ayat antara juz 11-20
5. Sistem Penilaian
• Pelaksanaan lomba dinilai oleh 3 (tiga) orang yuri
• Bidang penilaian terdiri dari:
1. Tajwid, terdiri dari : Makhorijul huruf, Sifatul huruf, Ahkamul huruf, Ahkamul mad Wal Qosr
2. Fasahah dan adab, terdiri dari : Alwaqfu wal ibtida’, Mura’atul huruf wal harakat, Mara’atul huruf wal ayat, adabut tilawah.
3. Bidang Suara dan Irama, terdiri dari: Keindahan suara, Irama dan variasi, Keutuhan dan tempo bacaan, Pengaturan nafas, Jumlah lagu, Lagu pertama dan penutup.
6. Aspek Dan Score Nilai
• Tajiwid (nilai max 35 , min 20)
• Fasahah dan adab (nilai max 35, min 20)
• Bidang Suara dan Irama (nilai max 30, min 10)
7. Jenis Kesalahan-Kesalahan
• Salah dalam bacaan dikategorikan kesalahan jally
• Salah dalam tajwid dan fasahah dikategorikan sebagai kesalahan khafi
• Kesalahan-kesalahan lain di luar poin 1 dan 2 dikategorikan sebagai kesalahan biasa.
• Penilaian terhadap kesalahan sebagaimana dimaksud pada poin a,b, dan c dapat ditentukan oleh kesepakatan dewan yuri
8. Bentuk Hadiah
Bentuk hadiah berupa Piala, sertifikat dan uang pembinaan bagi Juara I, II dan III.

Direktur Baru TPA Baitul Hikmah periode 2011-2012

Hari Ahad, 04 Desember 2011 adalah hari yang bersejarah bagi TPA Baitul Hikmah. Hari itu merupakan dilaksanakanya Laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode 2010-2011 yang direkturnya adalah Ust. Dihya. Acara berjalan sederhana namun penuh arti, meskipun tidak semua agenda yang telah direncanakan dapat terlaksana.

Diakui bersama oleh para pengurus, bahwasanya tidak terlaksananya agenda-agenda adalah sepenuhnya karena kurangnya koordinasi antar pengurus. Namun semua itu telah terjadi, sekarang yang perlu dilakukan adalah melakukan evaluasi / muhasabah dari kesalahan-kesalahan yang lalu untuk melakukan tugas yang lebih baik di kepengurusan yang baru.

Setelah LPJ selesai dibacakan dan dievaluasi bersama, maka dilaksanakanlah pemilihan atau lebih tepatnya musyawarah menunjuk direktur baru TPA Baitul Hikmah Periode 2011-2012. Melalui musyawarah yang cukup alot namun tetap tawadhu’, akhirnya disepakati Ust. Kholid Asyrofie sebagai direktur yang baru. Seorang ustadz dengan pengetahuan agama yang luas dan humoris inilah yang akan memimpin TPA Baitul Hikmah menjalani kegitanya selama satu tahun  ke depan.

Dengan berbagai prestasi dan kendala kepengurusan tahun ini, semoga menjadi bekal pengalaman untuk mengelola TPA Baitul Hikmah menjadi lebih baik dimasa mendatang. Terakhir kali, kami segenap keluarga TPA Baitul Hikmah mengucapkan selamat atas terpilihnya Ust. Kholid Asyrofie menjadi direktur baru. Semoga dapat adil dalam mengemban amanah dan selalu dalam ridha Allah SWT. Selamat….!!!

Agenda Bulan Ramadhan 1432 H

Rencana Agenda Bulan ramadhan 1433 H /2011 M TPA Baitul Hikmah adalah sebagai berikut :

  1.  Lomba Sambut Ramadhan
  2. TPA Every Day
  3. Kultum
  4. Buka bersama
  5. Mabit (Malam Bina Iman & Takwa)
  6. Nonton Film Bareng
  7. Bakti Sosial
  8. Takbir Keliling

Mohon masukan dari Ustadz/ah dan santri atau mantan santri, demi progresifitas TPA ke depanya. Jazakumulloh…

by : Sie. Kurikulum

Ramadhan Kita Semua

Bulan ramadhan adalah bulan yang paling mulia diantara bulan-bulan lainya. Kuwajiban untuk berpuasa dan awal diturunkanya Al Quran terjadi dibulan ramadhan. Hal tersebut dijelaskan dalam Al Quran sebagai berikut :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.(QS. AL-Baqarah: 183).

“ Bulan Ramadhan ialah bulan (awal) turunnya Al-Qur’an berupa, petunjuk untuk manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu dan menjadi penegak kebenaran dan pembeda yang hak dan yang batil….”.(QS. Al-Baqarah :185).

Amal ibadah ibadah juga dilipat gandakan pahalanya jika dilaksanakan di bulan ramadhan. Bulan ramadhan juga terdapat satu malam dimana malam itu lebih mulia dari seribu bulan. Malam itu dinamakan malam seribu bulan atau malam lailatul qadar. Seorang hamba jika mendapatkan malam tersebut berarti sudah mendapatkan keridhaan dari Allah diseluruh hidupnya.

Kemuliaan yang besar di bulan ramadhan harus dapat kita manfaatkan semaksimal mungkin dengan cara meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah. Ibadah bukan hanya ibadah mahdzah (terdapat tuntunnya) tetapi juga ibadah qoiru mahdzah (mu’amalah/sosial kemasyarakatan). Sebagian masyarakat menganggap ibadah mahdzah lebih penting dibandingkan dengan ibadah qhairu mahdzah, padahal hal tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Seharusnya kedua ibadah tersebut harus secara seimbang dan bersama-sama dikerjakan dengan niat untuk meraih keridhaan Allah, tentunya tidak bertentangan dengan yang dituntunkan oleh Rosul Muhammad SAW.

Pelaksanaan ibadah mahdzah dan qhoiru mahdzah secara seimbang merupakan cermin dari keshalihan seseorang. Seorang yang shalih tidak hanya rajin dengan berbagai ritual keagamaan di masjid seperti shalat berjamaah, dzikir, mengkaji al quran dan berbagai ilmu namun dia juga harus aktif diberbagai kegiatan masyarakat dan kegiatan sosial. Karena esensi dari keshalihan adalah baiknya hubungan individu dengan Tuhannya (hablun minallah) dan dengan masyarakat di sekitarnya (hablun minannas).

Aktif di masyarakat bukan berarti harus terjun langsung pada teknis kegiatan, akan tetapi dapat berperan sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing individu. Orang kaya dengan kemampuan harta dan modal yang kuat dapat berperan serta sebagai donatur dan penyedia modal dalam menbiayai berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, orang yang dikarunaia dengan kecerdasan dan kepandaian dapat berperan sebagai konseptor dan pengelola kegiatan, sedangkan yang dikaruniai dengan fisik yang kuat  maka dengan fisiknya tersebut dia gunakan untuk membantu proses pelaksanaan kegiatan.

Pada akhirnya jika semua lapisan masyarakat saling tolong-menolong dan bahu membahu maka akan tercipta kondisi yang nyaman dan mudah untuk beribadah dan mencari keridhaan Allah. Di dalam Al Quran juga terdapat anjuran untuk saling tolong menolong dalam kebaikan :

“…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah : 2)