THOHAROH Bag. 4 ( Wudhu )

Wudhu (mengambil air untuk shalat)

Perintah wajib wudhu bersamaan dengan perintah wajib shalat lima waktu, yaitu satu tahun setengah sebelum tahun hujriyah. Seperti firman Allah SAW. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (Al Maidah : 6)

Syarat-syarat wudhu :

  1. Islam
  2. Mumayiz, karena wudhu merupakan ibadah yang wajib diniati, sedangkan orang yang tidak beragama islam dan orang yang belum mumayiz tidak diberi hak untuk berniat.
  3. Tidak berhadast besar.
  4. Dengan air yang suci dan menyucikan.
  5. Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke keulit, seperti getah dan sebagainya yang melekat di atas kulit anggota wudhu.

Fardhu (rukun) wudhu

  1. Niat, hendaklah berniat menghilangkan hadast kecil atau menyengaja berwudhu.
  2. Membasuh seluruh muka, batas muka adalah dari tempat tumbuh rambut kepala sebelah atas sampai kedua tulang dagu sebelah bawah. Dari telinga kanan sampai telinga kiri.
  3. Membasuh dua tangan sampai siku, maksudnya siku juga harus dihapus.
  4. Menyapu sebagian kepala, walaupun hanya sebagian kecil tetapi sebaiknya tidak kurang dari selebar ubun-ubun.
  5. Membasuh dua telapak kaki sampai mata kaki, maksudnya mata kaki juga wajib dibasuh.
  6. 6.      Menertibkan rukun-rukun di atas.

Sunnah dalam wudhu

Terdapat beberapa sunnah dalam wudhu, antara lain :

  1. Membaca tasmiyah (“bismillah”) pada permulaan wudhu. Selain itu disetiap akan mengawali pekerjaan yang penting dan baik hendaknya selalu membaca tasmiyah terlebih dahulu.
  2. Membasuh kedua telapak tangan dan menyilang-nyilangi jari-jari sampai pada pergelangan, sebelum berkumur-kumur.
  3. Berkumur-kumur.
  4. Memasukkan air ke dalam hidung.
  5. Menyapu seluruh kepala.
  6. Menyapu kedua telinga luar dan dalam.
  7. Menyilang-nyilangi jari kedua kaki.
  8. Mendahulukan anggota anggotan kanan dari pada kiri.
  9. Membasuh setiap anggota sebanyak tiga kali.
  10. Berturut-turut antara anggota, hal ini maksudnya adalah sebelum kering anggota pertama sudah dilanjutkan pada anggota selanjutnya.
  11. Jangan meminta pertolongan kepada orang lain saat mengucurkan air kecuali jika terpaksa karena halangan.
  12. Tidak diseka, kecuali jika keadaan yang sangat dingin.
  13. Menggosok anggota wudhu agar lebih bersih
  14. Menjaga agar percikan air wudhu tidak mengenai anggota badan.
  15. Jangan bercakap-cakap saat sedang berwduhu, kecualia apabila ada hajat.
  16. Bersiwak (menggosok gigi) dengan benda yang kesat, selain bagi orang yang berpuasa setelah tergelincir matahari.
  17. Membaca dua kalimat syahadat dan menghadap qiblat ketika berwudhu.
  18. Berdoa setelah selesai wudhu.
  19. Membaca dua kalimat syahadat sesudah selesai wudhu :

“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.”

Artinya : “Aku bersaki bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukanNya. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli bertobat, jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”

Hal-hal yang membatalkan wudhu

Beberapa hal yang mebatalkan wudhu adalah sebagai berikut :

  1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur.
  2. Hilang akal, dapat berupa tertidur, gila ataupun mabuk.
  3. Bersentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan, dengan syarat keduanya sama-sama dewasa.
  4. Menyentuh qubul dan dubur dengan telapak tangan.

Menyapu sepatu

Orang yang terus-menerus memakai sepatu, apabila ia berwudhu boleh menyapu atau mengusap bagian atas kedua sepatunya saja dengan air. Hal itu sebagai pengganti membasuh kaki dengan syarat-syarat yang akan diterangkan. Waktunya sehari semalam bagi orang yang hidup di dalam negeri, dan tiga hari tiga malam bagi orang musyafir (dalam perjalanan). Masa tersebut terhitung dari ketika berhadast (batal wudhu) sesudah mengenakan sepatu.

Syarat-syarat menyapu sepatu :

  1. Kedua sepatu itu hendaklah dipakai sesudah suci secara sempurna.
  2. Kedua sepatu itu hendaknya adalah sepatu yang panjang, yaitu menutupi bagian kaki yang wajib dibasuh saat berwudhu.
  3. Kadua sepatu itu kuat, bisa digunakan untuk berjalan jauh, dan terbuat dari bahan yang suci.

Yang membatalkan menyapu sepatu

  1. Apabila keduanya atau salah satu kedua diantaranya terbuka, baik dibuka dengan sengaja maupun tidak sengaja.
  2. Habis masa yang ditentukan (sehari semalam bagi orang tetap, tiga hari tiga malam bagi orang musyafir).
  3. Apabila ia berhadast besar yang mewajibkan mandi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s